PapuaKini - Warga Jerman Dietmar Pieper 55 ditembak di Pantai Base G Kota Jayapura, Selasa 29 Mei hingga saat ini pelakunya masih gelap alias misterius. Polisi terus berupaya mengungkap pelakunya.
“Kami masih fokus kembangkan serangkain penyidikan terkait aksi penembakan terhadap warga Jerman, dan belum ada hasil atau petunjuk yang berarti untuk ungkap pelaku,”tandas Wakapolda Papua yang juga Ketua Tim Pengungkapan Kasus Penembakan Warga Jerman, Brigjen Pol Paulus Waterpauw kepada media ini diruang kerjanya, Selasa 5 Juni.
Serangkaian penyidikan yang dilakukan, termasuk melakukan reposisi di lokasi penembakan. “Dari hasil reposisi di TKP belum membuahkan hasil yang signifikan,”ungkapnya.
Meski demkian Jenderal Polisi orang asli Papua ini, optimis timnya mampu mengungkap kasus ini secara terang benderang, asalkan masyarakat juga turut memberikan informasi. “Kami minta tolong bantuan masyarakat, untuk memberikan info bila ada gerakan atau seseorang yang mencurigakan disekitar lingkungannya,” imbuh dia.
Selain kasus penembakan warga Jerman, lanjut Wakapolda, pihaknya juga saat ini fokus pada penembakan seorang pelajar SMA Kalam Kudus bernama Gilbert Febrian Madika 16, yang terjadi Senin 4 Juni sekitar pukul 21.30 WIT di Jalan Raya Jayapura-Abepura turunan Otonom Kotaraja. “Penembakan pelajar juga jadi perhatian kami, karena juga terjadi di tengah kota,” tukasnya. Menurut Wakapolda, serangkaian penembakan di Kota Jayapura modusnya sudah seperti kejahatan-kejahatanyang terjadi di kota besar. “Trend serangkaian kekerasan yang terjadi tidak jauh beda dengan kejahatan di daerah lain, kalau tidak diantisipasi mungkin akan terus meningkat,”paparnya.
Kendati demikian, Wakapolda tidak memetakan daerah mana saja yang dianggap paling rawan Kota Jayapura. “Kejahatan bisa terjadi dimana saja, selain Polisi terus meningkatkan kesiapsiagaan, warga masyarakat juga harus waspada,”imbuhnya.
Ia juga menyatakan, Polda Papua juga akan melakukan pengecekan terkait kepemilikan senjata baik oleh anggota Polri maupun masyarakat. “Kami akan secara rutin mengecek senjata anggota, untuk menghindari penyalahgunaan,”tukasnya.(Binpa)
Berita Populer
-
PapuaKini - Wartawan di Padang, Sumatera Barat menjadi korban kekerasan aparat Marinir TNI Angkatan Laut saat meliput. Anggota Komisi III...
-
PapuaKini - Upaya pemerintah Indonesia membentuk Unit Percepatan Pembangunan Papua dan Provinsi Papua Barat (UP4B) guna meningkatkan...
-
PapuaKini - Direktorat Kejahatan dan Kekerasan Polda Metro Jaya meringkus kawanan perampok yang beraksi di wilayah Jakarta dan sekitarnya....
-
PapuaKini - Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Saud Usman Nasution menyatakan kepolisian akan mengamankan pengembalian tiket ko...
-
PapuaKini - Mahasiswa Papua meminta pemerintah tidak asal menuduh warga Papua sebagai penyebab gangguan keamanan di Papua. Pemerintah dide...
06.41
Unknown

Posted in: 

0 komentar:
Posting Komentar