PapuaKini - Mahasiswa Papua meminta pemerintah tidak asal menuduh warga Papua sebagai penyebab gangguan keamanan di Papua. Pemerintah didesak mengevaluasi kinerja aparat keamanan di Papua.
”Presiden tidak dapat dengan gampang mengatakan kondisi Papua hanya dalam skala kecil. Pernyataan yang menuduh bahwa separatis yang melakukan penembakan terlalu terburu-buru. Presiden harus mendengarkan masyarakat Papua,” kata mahasiswa Papua Tinus Pigai ketika berunjuk rasa di depan Istana Negara, Rabu (13/6).
Menurut Tinus, kasus penembakan misterius di Papua harus diselidiki serius agar terungkap siapa pelakunya. ”Kami menduga pelakunya militer. Indikasi sederhananya adalah hingga saat ini belum dilakukan penyelidikan. Sedangkan ini merupakan tugas mereka selaku aparat keamanan,” ujar Tinus.
Pada 10 Juni 2012, Tri Surono satpam pusat belanja Saga di Abepura, ditembak orang tidak dikenal di depan Universitas Cendrawasih Jayapura. Pada 6 Juni 2012 Arwan Kusdini, PNS Kodam XVII Cenderawasih juga ditembak dalam perjalanan sepulang bekerja.
Sebelumnya, 5 Juni 2012 Iqbal Rivai dan Hardi Jayanto ditembak secara misterius di sekitar pelabuhan Porasco Jayapura. Sehari sebelumnya, pelajar SMA Alam Kudus Papua, Golberth Febrian Madika, juga ditembak orang tidak dikenal.( vhr )
Berita Populer
-
PapuaKini - Wartawan di Padang, Sumatera Barat menjadi korban kekerasan aparat Marinir TNI Angkatan Laut saat meliput. Anggota Komisi III...
-
PapuaKini - Upaya pemerintah Indonesia membentuk Unit Percepatan Pembangunan Papua dan Provinsi Papua Barat (UP4B) guna meningkatkan...
-
PapuaKini - Direktorat Kejahatan dan Kekerasan Polda Metro Jaya meringkus kawanan perampok yang beraksi di wilayah Jakarta dan sekitarnya....
-
PapuaKini - Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Saud Usman Nasution menyatakan kepolisian akan mengamankan pengembalian tiket ko...
-
PapuaKini - Mahasiswa Papua meminta pemerintah tidak asal menuduh warga Papua sebagai penyebab gangguan keamanan di Papua. Pemerintah dide...
13.17
Unknown

Posted in: 

0 komentar:
Posting Komentar